Tarekat berasal dari bahsa Arab, thoriqah, jamaknya taraa’iq. Secara etimologi berarti (1) jalan, cara (al-kaifiyyah); (2) metode, sistem (al-usluub); (3) madzhab, aliran, haluan (al-madzhab); dan (4) keadaan (al-haalah). 

Menurut Harun Nasution, tarekat berasal dari kata thariqah yang artinya jalan yang harus ditempuh oleh seorang calon sufi agar ia berada sedekat mungkin dengan Allah Swt. 

Menurut Asy-Syekh Muhammad Amin al-Kurdy terdapat tiga macam definisi tarekat, yakni; (1). Tarekat adalah pengalaman syariat, melaksanakan beban ibadah (dengan tekun) dan menjauhkan diri dari sikap mempermudah (ibadah), yang sebenarnya memang tidak boleh dipermudah. (2). Tarekat adalah menjauhi larangan dan melakukan perintah Tuhan sesuai dengan kesanggupannya, baik larangan dan perintah yang nyata maupun yang tidak (batin). (3). Tarekat adalah meninggalkan yang haram dan makruh, memperhatikan hal-hal mubah (yang sifatnya mengandung fadilah, menunaikan hal-hal yang diwajibkan dan yang disunatkan, sesuai dengan kesanggupan (pelaksanaan) di bawah bimbingan seorang arif (syekh) dari (sufi) yang mencita-citakan suatu tujuan.

L. Massignon, salah seorang penelititasawuf di beberapa Negara Muslim, berkesimpulan bahwa istilah tarekat mempunyai dua pengertian. Pertama, tarekat merupakan pendidikan kerohanian yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menempuh kehidupan tasawuf, untuk mencapai suatu tingkatan kerohanian, yang disebut, yang disebut al-maqaamaat dan al-akhwaal. Kedua, tarekat merupakan perkumpulan yang didirikan menurut aturan yang telah dibuat oleh syekh yang menganut suattu aliran tarekat tertentu. Dalam perkumpulan itulah, seorang syekh yang menganut suatu aliran tarekat yang dianutnya, lalu mengamalkan aliran tersebut bersama dengan murid-muridnya.

Zamakhsyari Dhofier mengatakan tarekat berarti jalan atau lebih lengkap lagi jalan menuju surga di mana waktu melakukan amalan-amalan tarekat tersebut si pelaku berusaha mengangkat dirinya melampaui batas-batas kediriannya sebagai manusia dan mendekatkan dirinya ke sisi Allah SWT.

Menurut Abubakar Aceh, tarekat artinya jalan, petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah sesuai dengan ajaran yang ditentukan dan dicontohkan oleh Nabi Saw dan dikerjakan oleh sahabat dan tabi”in, turun menurun sampai kepada guru-guru, sambung-menyambung dan rantai berantai.

Menurut al-Jurjani ‘Ali bin Muhammad bin „Ali, tarekat ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Ta’ala melalui tahapan-tahapan/maqamat.

Menurut Imam Ghazali, tasawuf atau tarekat adalah mencari jalan Allah Swt dan melakukan yang terbaik dengan membersihkan hati dari selain Allah sebagai jalan bagi mengalirnya kehadiran llahi:

Menurut Yusuf al-Qardhawi, tasawuf atau tarekat adalah memperdalam ruhaniah dan ubudiyyah dengan mencari ketulusan hati, menyucikan niat dan kebenaran untuk taat dalam seluruh perbuatannya.

Kesimpulannya, tarekat adalah jalan yang di tempuh para sufi, dan dapat digambarkan sebagai jalan yang berpangkal dari syariat. Sebab jalan utama disebut syar’, sedangkan anak jalan disebut thariq. Dengan kata lain, tarekat adalah jalan seorang saalik (pengikut tarekat) menuju Allah Swt dengan cara menyucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Allah Swt.