Pengantar

Assalamu’alaikum Wr Wb

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, puji dan syukur kita persembahkan kehadirat Allah Swt karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, buku Dzikir Harian Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam kita limpahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad Saw sebab atas prakarsa beliaulah kita mampu menyerap nilai-nilai llahiah hingga saat ini.

Selama ini mungkin muncul anggapan di antara kita bahwa tarekat itu Suatu praktik amaliyah yang rumit dan eksklusif atau tertutup. Karena harus menyendiri di tempat yang sunyi dalam mengamalkan ajaran tarekatnya, sehingga kita tidak bisa bekerja lain hanya wirid atau lainnya yang membutuhkan waktu yang lama. Pada gilirannya, kita lalai untuk bekerja mencari nafkah. Atau mungkin ada pula anggapan bahwa penganut suatu ajaran tarekat harus menggunakan simbol-simbol tertentu yang berbeda dengan umat muslim lainnya serta meninggalkan semua kehidupan duniawi yang dianggap “kotor”.

Ternyata, anggapan semacam itu tidak seluruhnya benar. Penganut tarekat, khususnya Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah atau disingkat TON tidaklah harus meninggalkan kehidupan duniawi. Pun, ajaran tarekat ini tidak eksklusif dan “mengasingkan” diri atau menggunakan simbol-simbol keagamaan tertentu.

Bagi penganut TQN sangat ditekankan agar menjalani kehidupan di dunia secara normal. Boleh jadi, ia berprofesi sebagai pengusaha, pejabat, banker, dokter, dosen, guru, atau profesi lainnya,  idaklah menghalanginya untuk mengikuti atau mengamalkan ajaran TQN. Sebab inti ajaran TQN adalah dzikirullah (mengingat Allah SWT).

Dzikirullah merupakan latihan psikologis (riyadah al-nafs) agar seseorang dapat mengingat Allah Swt di setiap waktu dan kesempatan. Sumber ajarannya tidak terlepas dari al-Qur’an dan hadits Rasulullah Saw. Di kalangan Nahdlatul Ulama (NU), TỌN termasuk dari 45 tarekat mu’tabaroh (tarekat yang absah).

Mudah-mudahan dengan adanya buku ini kita mampu memahami dan sekaligus mengamalkan TQN dengan baik. Akhirul kalam, insya Allah kita semua terus diberi kekuatan, rahmat, maghfiroh dan hidaya-Nya. Amin ya Robbal ‘Alamin Wallahul Muwafiq lla Agwamith Thoriq Wassalamu’alaikumWr Wb

Palembang, Februari 2019

Penulis,

Mursyid KH Hendra Zainuddin. M.Pd.I